Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Kata - kata inspirasi

1
COMMENT


>>"Bersabarlah, karena hujan tak akan abadi. Ada saatnya ia memberi waktu pada mentari untuk bersinar lagi, hingga biasnya mampu ciptakan pelangi yang indah di langit sana.
Bersyukurlah, karena hujan adalah karunia. Ada keberkahan di balik setiap tetes air yang ia turunkan.
Begitulah seharusnya kita memaknai setiap masalah dan cobaan hidup, seperti hujan yang pasti akan berganti terang." *nasihat untuk diri*


>>"Aku bertahan karena cinta, aku berjuang untuk cinta, dan aku mencintai karena cinta. Cinta yang sempurna, cinta yang luar biasa, cinta yang selalu menjadi pelita dalam gelapku, dan cinta yang akan menuntunku melangkah menuju keabadian. Terima kasih Allah, karena cinta-Mu aku merasa ada." -231113-


>>"Sebenarnya inti dari filosofi "mengalir seperti air" atau "let it flow" bukan berarti bahwa kita mengikuti alur kehidupan dengan santai, layaknya air yang selalu mengalir ke tempat yang rendah".
Tetapi ingatlah bahwa :
* Air memiliki energi yang tinggi, terus bergerak dan jika pun harus berhenti, dia menampung energi yang luar biasa.
* Air memiliki fleksibilitas yang tinggi dan mudah beradaptasi. Saat ada batu di depan, air membelokan diri mencari jalan, dan ini terus dijalankan mulai dari puncak gunung sampai ke samudera.
* Air yang mengalir dengan cara terkendali akan memberikan manfaat yang besar.
Sungguh menarik mempelajari filosofi air. Sangat bermanfaat kalau bisa memahami & meenerapkan prinsip ini dengan benar.
Mengalir seperti air = Menjadi pribadi yang tangguh, bermotivasi tinggi, fleksibel, mudah beradaptasi, dan membawa kebaikan untuk sesama.
#think again and do more !


>>Bukan hujan namanya jika air yang tercurah hanya setetes. Adakalanya gerimis. . .adakalanya hujan badai yang deras dan mengerikan. . .
Tetapi itu semua hanya sementara. Sederas apapun hujan, pasti ada saatnya terang menyapa lagi.
Jika hujan bersabarlah menanti terang.
Tak ada bedanya dengan kehidupan. Bukan hidup namanya jika cobaan dan masalah hanya sesekali datang untuk menguji. Seberat apapun masalah yang kita hadapi, pasti ada saatnya Allah tunjukkan jalan keluar yang menurut-Nya terbaik, sesuai janji Allah bahwa akan selalu ada jalan jika kita ikhlas, sabar dan ikhtiar mencari, menemukan jalan keluar. Insya Allah
Jadi, jika hujan, bersabarlah menanti terang dan jika datang ujian, dekati Allah maka hati menjadi tenang."


>>Berani bermimpi besar = berani bertindak besar + kesabaran yg tiada batas.
Hadapi segala rintangan dengan keridla'an dan senyuman, sambil terus berdo'a.
Semua akan indah pada waktunya."


>>"Hidup ini layaknya piano. Ada tombol putih yg melambangkan kebahagiaan dan hitam yg melambangkan kesedihan. Jika kita pandai memainkannya, keindahanlah kita dapat..
dan ketika ALLAH memainkannya, yg hitam pun dpt menghasilkan melodi yg indah."


>>“Beruntunglah orang yang memperbaharui semangat di tiap pergantian waktu, menjaga niat tetap dalam kebaikan dan menemukan cinta Allah dalam tiap gerak langkah dan hela nafas.”
*Keep HAMASAH & ISTIQOMAH guys ! ^.^


>>"Dilarang malas hari ini, kalau mau malas besok aja !"
*coba kata-kata ini kita terapkan tiap hari*


>>"Selalu ada alasan untuk bahagia. .karena bahagia itu sederhana. .cukup dengan merasakan hembus nafas yang masih dapat kita rasakan dan segarnya udara yang masih dapat kita hirup, itulah gambaran bahagia yang paling sederhana. Dan jika aku harus menjelaskan tentang bahagia. . .bahagia adalah ketika kita lebih sering tersenyum. .lebih berani bermimpi. .lebih mudah tertawa. .dan lebih banyak bersyukur. Karena اَللّهُ tdk memberi apa yang kita inginkan,, tp apa yang kita butuhkan." :)


>>"Tak apa, hanya badai kecil. Aku bisa melewatinya..
Tak ada yg bisa menghentikanku utk sampai di tempat tujuanku.
Dan dengan ridho-Nya, aku melangkah." ^_~
*Man shabara zhafira*


>>"Sabar, awalnya memang terasa pahit, tetapi akhirnya akan lebih manis daripada madu. Dan aku prcaya, badai pasti segera berlalu"


>>"Kita tidak tahu bagaimana hari esok..
yang bisa kita lakukan ialah berbuat sebaik-baiknya pada hari ini,,berharap yang terbaik dan siapkan mental untuk kemungkinan terburuk yang akan terjadi hari esok.."
^^Keep spirit and let's moving on^^

Semoga Bermanfaat

Kehidupan dan Kematian

1
COMMENT



"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati." (Q.S.Ali Imran : 185)

Selalu bergetar hati ini setiap kali mengingat kematian. Terlintas dalam hati dan pikiran, bekal apa yang sudah kita persiapkan untuk kehidupan di akhirat nanti? Akankah cukup bekal yang telah kita persiapkan ini untuk bisa menyinggahi kehidupan yang kekal nanti?

Kita tak dapat mengira kapan kematian itu datang. Pun tak ada yang bisa menghindar ketika maut itu benar-benar datang menghampiri. Walaupun kita bersembunyi di gedung yang tinggi  lagi  kokoh, biar kita bersembunyi di tempat terpencil sekalipun, jika Allah sudah menghendaki maka kematian tak dapat ditawar lagi.


Allah berfirman, yang artinya : 
"Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di benteng yang tinggi lagi kokoh." (Q.S. 4: 78) 

Sebagai umat Islam, kita patut meyakini bahwa kematian bukanlah akhir dari perjalanan kita. Masih ada alam lain yang menanti untuk kita singgahi.
Jika berbicara mengenai kehidupan dan kematian, saya kembali teringat akan penjelasan dari guru agama saya sewaktu SMA. Beliau menerangkan bahwa manusia hidup dalam lima alam atau fase.

Fase pertama, yaitu ALAM RUH. Alam dimana sebelum jazad manusia diciptakan.
Fase kedua, yaitu ALAM RAHIM. Alam kandungan, tempat dimana penciptaan jazad manusia dan penentuann kadar nasib kita di dunia, seperti hidup, rezeki, jodoh serta kapan dan dimana kita akan meninggal.
Fase ketiga, yaitu ALAM DUNIA. Alam yang tengah kita singgahi sekarang. Alam tempat ujian manusia untuk menentukan siapa diantara mereka yang paling baik amalannya. 
Fase keempat, ALAM KUBUR. Alam dimana kita menanti hari kiamat setelah nyawa meninggalkan jazad. Di alam ini Allah menyediakan dua keadaan, yaitu nikmat atau azab kubur. Tempat pertama bagi kita untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kita semasa hidup.
Fase kelima, ALAM AKHIRAT. Alam tempat pembalasan amal-amal seluruh makhluk-Nya dan penentuan keputusan dua tempat tinggal terakhir dan kekal untuk manusia, apakah ia akan menghuni surga atau neraka, sesuai dengan amal perbuatannya semasa hidup di dunia.

Demikianlah kelima tahapan manusia selama hidup. Mengenai penjelasan lebih lanjut tentang kehidupan setelah kematian telah diterangkan secara jelas dan tegas dalam kitab suci Al-Qur'an. 

Telah ditegaskan pula bahwa sekecil apapun perbuatan kita di dunia akan dicatat oleh malaikat dan di akhirat nanti akan diperlihatkan segala perbuatan yang telah kita lakukan semasa hidup di dunia. Seperti firman Allah dalam surat Al-Zalzalah, yang artinya :
"Dan barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah niscaya ia akan memerima pahalanya, dan barangsiapa melakukan keburukan sebesar biji dzarah niscaya ia akan menerima balasannya." (Q.S.Az-Zalzalah : 7-8)
  
Oleh karena itu, perbanyaklah ibadah supaya bisa memberatkan amal ibadah kita di akhirat nanti.

Kehidupan di akhirat adalah cerminan kehidupan kita di dunia. Dunia tak ubahnya hanya sebutir debu jika dibandingkan dengan akhirat yang kekal dan tiada akhir.
Dunia ibarat sejengkal jari yang kita celupkan ke dalam air laut. Lalu sisa air yang kita angkat, itulah gambaran dunia. Dunia hanya setitik jika dibandingkan dengan akhirat yang diibaratkan seluas samudera. Jadi untuk apa kita mengejar kenikmatan dunia sementara akhirat kita lupakan?
Adakah yang menjamin bahwa kita akan bahagia di akhirat tanpa membawa bekal secuilpun?
Sahabatku, ingat bahwa setitik kebaikan dan amal yang kita kerjakan dicatat oleh malaikat, dan setitik keburukan juga tidak pernah luput dari pengawasan-Nya. Maka hisablah diri kita sebelum Allah membuka semua tabir kita di akhirat nanti (dihisab). Dan entah kapan maut itu datang, persiapakan diri kita sebaik-baiknya. :)

Semoga bermanfaat^^

Filosofi Hidup

2
COMMENTS


Seorang filsuf pernah berkata bahwa kehidupan layaknya siklus air.
Coba kita pikirkan, ia beralih dari tempat satu ke tempat lain, berusaha menyesuaikan diri dengan tempat yang ia singgahi, sampai pada akhirnya ia berhenti di satu titik jenuh. Satu tempat dimana perjalanannya harus terhenti, meski hanya sejenak. Hingga perlahan ia kembali berproses, berputar mengikuti siklus perputaran sesuai skenario Sang Pencipta, hingga takdir membawanya kembali di titik yang sama berulang kali.
Seperti halnya kehidupan. Tak selamanya kita berada di titik seperti sekarang. Kehidupan pun memiliki siklus layaknya air. Terkadang hidup membawa kita melewati pucak gunung yang tinggi dengan berbagai keindahan dan kenikmatan. Pun terkadang kita terhempas jatuh ke dasar lembah hingga terasa berat untuk melangkah dengan berbagai cobaan dan masalah. Sadarilah bahwa Tuhan hendak mengajarkan kita bahwa dalam hidup, kita tak selamanya berada di atas. 
Meraih puncak kenikmatan hidup bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi ada tanggung jawab besar yang harus kita emban. Akankah kita terlena akan kenikmatan dunia yang hanya sementara, hingga terlupa siapa yang telah membawa kita menuju titik itu? 
Sekedar mengingatkan bahwa semua yang kita miliki bersumber dari Allah, seperti dalam Firman-Nya,

"Dan nikmat apapun yang kalian dapatkan adalah datang dari Allah." (Q.S.An-Nahl :53)

Kewajiban manusia untuk mensyukuri nikmat Allah telah diisyaratkan dalam Al-Qur'an.
Beribu kenikmatan yang telah tertaman dalam kehidupan sudah selayaknya kita syukuri. Betapa indahnya ketika kita berhasil melewati semua dan berdiri kokoh di puncak. Namun ketika kita kembali terhempas dan terinjak ke dasar lembah, tidakkah kita sadar bahwa sejatinya Allah sedang menguji iman kita? 
Sahabatku, dunia bukan tujuan hidup. Kenikmatan yang ada padanya bukanlah tujuan diciptakan manusia, akan tetapi sebagai perantara untuk suatu tujuan yang mulia. Semangat beramal untuk tujuan hidup yang hakiki dan kekal.
Jangan pernah lelah dan putus asa dalam melewati siklus kehidupan, karena ia pasti akan berhenti di titik yang tepat sesuai kehendak-Nya.  

Semoga bermanfaat^^

Kapan Waktu Terbaik dalam Hidup?

0
COMMENTS


Ini kisah seorang pria yang merasa gelisah akan hidupnya. Namanya Hardi. Dua hari ke depan, di bulan Januari ini, ia akan berumur 30 tahun. Ia gelisah karena sebentar lagi akan memasuki masa dekade baru dalam hidupnya dan cemas karena merasa masa-masa terbaik dalam hidupnya akan segera berlalu.
Setiap pagi sebelum berangkat kerja, Hardi selalu menyempatkan diri berolahr…aga di gym. Di sana pula ia akan selalu berjumpa temannya yang bernama Nicholas. Usianya sudah 79 tahun, tapi kondisi tubuhnya masih sangat prima. Hari itu, Hardi tidak terlihat bersemangat. Hal ini pun diperhatikan oleh Nicholas, sehingga ia bertanya, “Apa ada masalah?” Hardi akhirnya bercerita soal kegelisahannya. Lalu, ia bertanya pada Nicholas, “Kapan waktu terbaik dalam hidupmu?”
Tanpa ragu, Nicholas menjawab, “Saat aku masih kecil dan tinggal di kampung halaman, saat aku dibesarkan dengan kasih sayang oleh orangtuaku, itulah masa terbaik dalam hidupku.
Saat aku mulai bersekolah dan belajar segala hal yang sekarang aku ketahui, itu juga masa terbaik dalam hidupku.
Saat aku diterima kerja pertama kalinya dan punya tanggung jawab serta digaji atas kerja kerasku, itulah waktu terbaik dalam hidupku.
Saat aku bertemu istriku dan jatuh cinta, itu juga waktu terbaik dalam hidupku.
Saat pecah perang, aku dan istri harus mengungsi demi menyelamatkan hidup kami. Saat kami tetap bersama-sama dan selamat di sebuah kapal menuju tempat tinggal yang baru, itulah waktu terbaik dalam hidupku.
Saat kami tiba di tanah harapan yang baru dan mulai membina sebuah keluarga, itu waktu terbaik dalam hidupku.
Saat aku menjadi seorang ayah, melihat anak-anakku tumbuh besar, itulah masa terbaik dalam hidupku.
Dan sekarang, Hardi, umurku 79 tahun. Aku masih merasa sangat sehat dan tetap merasa jatuh cinta pada istriku seperti pertama kali bertemu. Itu juga menjadi waktu terbaik dalam hidupku.”
Sahabatku,
Sejatinya, tidak ada masa tertentu yang bisa menjadi masa terbaik dalam hidup ini. Jika kita mampu mensyukuri setiap momen yang sedang kita lewati dengan cara mengerahkan segenap tenaga, hati, dan pikiran terhadap apa pun yang kita lakukan, maka kita akan mendapatkan waktu terbaik dalam hidup. Karena itu, mari kita berjuang untuk merasakan masa terbaik dalam hidup kita mulai hari ini juga! ^_^

Semoga bermanfaat

Laa Tahzan (Jangan bersedih)

0
COMMENTS


Ketika permasalahan hidup membelit bagai hendak mencekik diri, hingga hanya kebingungan serta kegalauan yang menyelimuti rasa hati. Ketika jiwa diliputi rasa gelisah yang menghempas dan semua pintu solusi terlihat buntu.. 

Ketika kepala serasa hendak meledak dengan semua beban yang tak kunjung berkurang, tetapi justru semakin berat, hingga tak mengerti apalagi yang mesti dilakukan. Tak tahu lagi jalan mana yang harus ditempuh. Hingga dunia terasa begitu sempit dan menyesakkan..

Ketika kepedihan mengoyak hati, mencabik hingga dasar nurani. Ketika kabut kesedihan menyelimut, menelusup ke dalam sanubari karena musibah yang datang silih berganti.
Hingga batin selalu bertanya apa yang harus dilakukan untuk meringankan beban ini?
Apalagi yang mesti dikerjakan untuk melepas kekecewaan ini?

Ketika kesalahan dan kehilafan tak sengaja dilakukan. Ketika beban dosa terasa menghimpit badan. Ketika rasa bersalah mengalir ke seluruh pembuluh darah. Ketika penyesalan menenggelamkan diri dalam air mata kesedihan. Apa yang dapat dilakukan untuk meringankan beban jiwa ini?

LAA TAHZAN, JANGANLAH BERSEDIH..
Semua adalah cobaan yang akan mendewasakan kita..
Bersabarlah, jangan putus asa, niscaya Allah akan menolong kita :)

Allah berfirman, "Barangsiapa bertakwa kepada-Nya, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar."

Rasulullah bersabda, "Ikutilah kesalahan dengan amal baik, niscaya ia akan menghapus dosa-dosamu."

Ibnul Jauzi pernah berkata, "aku pernah dihimpit permasalahan yang membuatku gelisah dan galau berlarut-larut. Kupikirkan dan kucari solusi dengan segala cara dan usaha.

Tapi aku tidak menemukan satu jalan pun untuk keluar darinya, hingga kutemukan ayat itu. Maka kusadari, bahwa jalan satu-satunya keluar dari segala kegalauan adalah ketakwaan. Dan ketika jalan ketakwaan itu kutempuh, tiba-tiba Allah sudah lebih dulu menurunkan penyelesaian. Maha suci Allah".

Sungguh kita semua pasti pernah merasakan kebuntuan hati. Seolah semua jalan keluar sudah tertutup rapat. Maka saat itulah kita baru menyadari betapa lemahnya kita dan betapa besarnya kekuasaan Allah SWT.

Menyadari kelemahan bukan berarti pasrah sebelum ikhtiar. Bukan pula pembenaran atas segala kesalahan dan kecerobohan. Namun sebagai bentuk bersandarnya hati pada Dzat yang Maha Besar yaitu Allah SWT, manakala semua langkah ikhtiar untuk keluar dari permasalahan sudah dicoba.

sahabatku .. Tapakilah jalan takwa, niscaya akan datang pertolongan Allah. Dan segala kegelisahan pun akan segera sirna ... insya Allah ...
Laa Tahzan. .innallaha ma'anaa
Allah selalu punya rencana terbaik dan cara terbaik pula untuk kesudahannya :)


keep smile ..
keep spirit ..
keep istiqomah all day ..

.. insya Allah .. Allah is always by your side :)



Ingatlah Ini ! :)

0
COMMENTS


Orang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan & ketenaran. Mereka dibentuk melalui kesulitan, rintangan bahkan dengan cucuran airmata & tetesan darah. Ketika engkau mengalami sesuatu yang sangat sulit, susah, berat dan merasa ditinggalkan sendiri dalam hidup ini, maka angkatlah kepalamu ke atas, tataplah masa depanmu dan ketahuilah bahwa ALLAH SWT sedang mempersiapkanmu untuk menjadi oraang terpilih yang LUAR BIASA..
KEEP SMILE :) KEEP HAMASAH !! :)

"Dan bersabarlah menunggu ketetapan TUHAN-mu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji TUHAN-mu ketika kamu bangun dan berdiri."(Q.S.At-tur : 48 )


Kasih Sayang Ibu yang Tiada Batas

0
COMMENTS



Pada malam itu aku bertengkar dengan ibuku. Karena sangat marah, aku segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, aku baru menyadari bahwa aku sama sekali tidak membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, aku melewati sebuah kedai bakmi, dan mencium harumnya aroma masakan. Ingin sekali rasanya aku memesan semangkuk bakmi, tetapi aku tidak memiliki uang. Pemiliki kedai melihatku berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”
“Ya, tetapi aku tidak membawa uang,” jawabku dengan malu-malu. “Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu,” jawab si pemiliki kedai.
“Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu.” Tidak lama kemudian, pemiliki kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Aku segera makan beberapa suap, kemudian air mataku mulai berlinang. “Ada apa nona?” tanya si pemiliki kedai. “Tidak apa-apa. Aku hanya terharu,” jawabku sambil mengusap air mataku. “Bahkan seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi!, tetapi ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Kau seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri,” kataku kepada pemiliki kedai.
Pemiliki kedai itu setelah mendengar perkataanku, menarik nafas panjang dan berkata, “Nona, mengapa kau berfikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dank au begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu sejak kau masih kecil hingga saat ini, mengapa kau tidak berterimakasih kepadanya? Kau malah bertengkar dengannya.”
Aku terhenyak mendengar hal tersebut. “Mengapa aku tidak berfikir tentang hal itu? Untuk semangkuk bakmi dari ornag yang baru kukenal, aku begitu berterimakasih. Tetapi kepada Ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.”
Aku segera menghabiskan bakmuku, lalu menguatkan diriku untuk segera pulang ke rumah. Saat berjalan ke rumah aku memikirkan kata-kata yang harus kuucapkan kepada ibuku nanti. Begitu sampai di ambang pintu rumah, aku meliha Ibu dengan wajah letih dan cemas. Ketika melihatku, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah, “Nak, kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam. Makanlah dulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kamu tidak memakannya sekarang.”
Mendengar hal itu, aku tidak dapat menahan tangisku dan aku menangis di hadapan ibuku.

                ***
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain untuk suatu pertolongan kecil yang diberikannya kepada kita. Namun kepada orang yang sangat dekat dengan kita, khususnya orang tua kita, terkadang kita lupa untuk berterima kasih. Kita merasa hal itu adalah hal yang wajar untuk dilakukan oleh mereka selaku orang tua kita. Padahal mereka selalu berdoa untuk kebahagiaan kita. Semua kerja keras yang mereka lakukan hanya untuk membuat kita bahagia. Saat melihat mata kita berbinar memancarkan kebahagiaan, saat itulah kebahagiaan orang tua. Tapi terkadang kita lupa dengan semua itu. Karena itu semua adalah hal yang biasa menurut kita. Kasih sayang, pengorbanan, kerja keras, semua itu sudah biasa dilakukan orang tua untuk anaknya. Tapi, sudahkah kita berterima kasih pada mereka? Sudahkah kita berperilaku sesuai dengan harapan mereka? Sudahkah kita membuat mereka bangga? Terkadang karena hal itu biasa dilakukan sehingga kita lupa akan maknanya, kita lupa untuk berterima kasih. Padahal kita harus berterima kasih pada mereka seumur hidup kita. Ibu yang selalu memasak makanan untuk kita, menyiapkan segala yang kita butuhkan, memberikan kasih sayang dan perhatian tanpa pernah mengeluh ataupun merasa lelah. Sungguh begitu banyak pengorbanan yang telah dilakukannya. Namun ingatkah kita akan semua hal itu???

Ibu, mungkin apa yang kulakukan tidak akan mampu membalas semua hal yang telah kau lakukan. Meski telah kuberikan segala yang telah kudapatkan pun takkan mampu menggantikan apa yang telah kau berikan… namun demikian, aku akan tetap berusaha untuk memberikan dan mempersembahkan yang terbaik yang mampu kulakukan. Ya Alloh sayangilah Ibu seperti ia menyangiku selama ini... jagalah Ibu seperti ia menjagaku semasa kecil dahulu... cintailah ia, dan rancangkanlah ia tempat yang indah di jannah-Mu kelak...,aamiin :')

Tidak Ada Kebajikan yang Tak Kembali

0
COMMENTS



Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.

Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air. Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah sedang kelaparan, oleh karena itu ia membawakan segelas air susu.

Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, “Berapa saya harus membayar untuk segelas air  susu ini?”
Wanita itu menjawab, “Kamu tidak perlu membayar apapun”. “Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan”, kata wanita itu menambahkan.
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata, “ aku berterima kasih pada ibu, dan akan kusimpan terima kasihku ini sepanjang hidupku.”

Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter dikota itu sudah tidak sanggup menanganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut. Dr. Horward Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly.

Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut. Dan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali keruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan.. ..Wanita itu sembuh!!

Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.

Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa Ia tak akan mampu menbayar tagihan tesebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya. Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi..”Telah  dibayar lunas dengan segelas air susu!!” tertanda, Dr Horward Kelly.

Air mata kebahagian membanjiri matanya. Ia berdoa: “Ya Allah….Engkau Maha Pengasih, terima kasih, bahwa cintaMU telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.”
------------

“Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain”. (HR. Ahmad)

Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya sedekah dengan sebutir kurma. (Mutafaq’alaih)

Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah. (HR. Al-Baihaqi)

Kadang kita terlalu mamaksakan diri menyuruh Allah SWT memberikan balasan atas segala kebajikan dan sedekah yang telah kita lakukan, ketahuilah bahwa Allah PASTI membalas tanpa kita menagihnya, kadang Allah menunggu momentum yang tepat untuk memberikan KEJUTAN ketika kita sudah tak berdaya lagi menghadapi sesuatu, so… jangan pernah berhenti berbuat kebajikan dan sedekah walau itu KECIL, karena itu adalah INVESTASI kita untuk bangkit dari keterpurukan dan ketidakberdayaan ketika menerpa kita.

Kata Motivasi Hari Ini

0
COMMENTS
Bukan karena hari ini INDAH kita BAHAGIA, tapi karena kita BAHAGIA maka hari ini menjadi INDAH.

Bukan karena tidak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS, tapi karena kita OPTIMIS, RINTANGAN menjadi tak terasa. 

Bukan karena MUDAH kita YAKIN BISA,tapi karena kita YAKIN BISA maka semuanya menjadi MUDAH. 

Bukan karena semua BAIK kita TERSENYUM, tapi karena kita TERSENYUM maka semua menjadi BAIK. 

Bukan karena kita mengucap syukur, maka Tuhan terasa dekat. Tapi SYUKURILAH bahwa Tuhan senantiasa dekat

Bukan karena BAHAGIA kita BERSYUKUR, tetapi BERSYUKURLAH maka kita akan merasa BAHAGIA 

Tidak ada hari yang menyulitkan kecuali kita SENDIRI yang membuatnya SULIT"



Renungan ( IBU )

0
COMMENTS


Suatu ketika, seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia.
Menjelang diturunkan,dia bertanya kepada Tuhan…


“Para malaikat disini mengatakan bahwa esok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana? saya begitu kecil dan lemah.” kata si bayi.

Tuhan menjawab, 

“Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu.”
“Tetapi di surga,yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini cukup bagi saya untuk bahagia.” demikian kata si bayi.

Tuhanpun menjawab, 

“malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiaphari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih bahagia.”

Si bayi pun bertanya kembali, 

“dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu?”

Sekali lagi Tuhan menjawab,

“malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa.”

Si bayi masih belum puas,ia bertanya lagi,

“saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya?”

Dengan penuh kesabaran Tuhan menjawab,

“malaikatmu akan melindungimu dengan taruhan jiwanya sekalipun.”

Si bayi tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya,

” tetapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi.”

Dan Tuhan menjawab, 

“malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaKu walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu.”

Saat itu,surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang bayi dengan suara lirih bertanya,
Tuhan, jika saya harus pergi sekarang…bisakah engkau memberi tahuku siapa nama malaikat di rumahku nanti?”

Tuhan menjawab,

“kamu dapat memanggil malaikatmu….IBU….”


>>Kenanglah Ibu yang selalu menyayangimu,
untuk Ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi.
Ingatkah engkau ketika Ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu?
Ingatkah engkau ketika jemari Ibu mengusap lembut kepalamu?
dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata Ibumu ketika Ia melihatmu terbaring sakit?
Mintalah maaf kepada Ibu yang selalu rindu akan senyumanmu.
Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat indah yang penuh kehangatan bersama Ibu.
Ketika Ibu telah tiada,tak ada lagi senyuman indahnya…tanda bahagia….
tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata,mendoakanmu di setiap hembusan nafasnya….
berilah yang terbaik di akhir hayatnya….
dan kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya….*_*

Sedikit Renungan ( Badai Pasti Berlalu )

0
COMMENTS




Pada suatu hari, seperti biasanya aku dan ayah bekendaraan menuju ke suatu tempat. Dan aku yang mengemudi.

Setelah beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam datang bersama angin kencang.
Langit menjadi gelap. Kulihat beberapa kendaraan mulai menepi & berhenti.


“Bagaimana Ayah? Kita berhenti?”, aku bertanya.

“Teruslah mengemudi!”, kata Ayah.
Aku tetap menjalankan mobilku.
Langit makin gelap, angin bertiup makin kencang. Hujanpun turun.
Beberapa pohon bertumbangan, bahkan ada yang diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan.
Kulihat kendaraan-kendaraan besar juga mulai menepi & berhenti.


“Ayah…?”

“Teruslah mengemudi!” kata Ayah sambil terus melihat ke depan.
Aku tetap mengemudi dengan bersusah payah.
Hujan lebat menghalangi pandanganku sampai hanya berjarak beberapa meter saja.
Anginpun mengguncang-guncangkan mobil kecilku.
Aku mulai takut.
Tapi aku tetap mengemudi walaupun sangat perlahan.
Setelah melewati beberapa kilometer ke depan, kurasakan hujan mulai mereda & angin mulai berkurang.
Setelah beberapa killometer lagi, sampailah kami pada daerah yang kering & kami melihat matahari bersinar muncul dari balik awan.


“Silakan kalau mau berhenti dan keluarlah”, kata Ayah tiba-tiba.

“Kenapa sekarang?”, tanyaku heran.
“Agar engkau bisa melihat dirimu seandainya engkau berhenti di tengah badai”.


Aku berhenti & keluar. Kulihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung.

Aku membayangkan mereka yang terjebak di sana dan berdoa, semoga mereka selamat.
Dan aku mengerti bahwa jangan pernah berhenti di tengah badai karena akan terjebak dalam ketidakpastian & ketakutan kapan badai akan berakhir serta apa yang akan terjadi selanjutnya.

Jika kita sedang menghadapi “badai” kehidupan, teruslah berjalan, jangan berhenti, jangan putus asa karena kita akan tenggelam dalam keadaan yang terus kacau, menakutkan & penuh ketidak-pastian.

Lakukan saja apa yang dapat kita lakukan, & yakinkan diri bahwa badai pasti berlalu.

Jadikanlah kebiasaan yang positif untuk tidak menyerah hari ini.
Ingatlah, badai pasti berlalu :)

Mampukah kita mencintai tanpa syarat..?

0
COMMENTS
Pas saya lagi browsing, tidak sengaja saya menemukan artikel yang sangat menarik. Sebuah cerita renungan tentang cinta yang sungguh membuat hari saya tergetar ketika membacanya. Langsung saja, tafadhol.. antum semua harus baca cerita yang sangat menginspirasi di bawah ini.




Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,
pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit
istrinya juga sudah tua.
mereka menikah sudah lebih 32 tahun Mereka dikarunia 4 orang anak
-
disinilah awal cobaan menerpa,
setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan
itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang,
lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
-
Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur.
Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.
Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum,
untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.
sorenya dia pulang memandikan istrinya,
mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.
-
Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.
-
-
Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya.
Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka Dia yg merawat,
yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata
” Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak.bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu” .
dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya
“sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi ,kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu bergantian”.
Pak suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.
” Anak2ku Jikalau hidup di dunia ini hanya untuk nafsu Mungkin bapak akan menikah, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah Melahirkan kalian”..
sejenak kerongkongannya tersekat,
kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.?
kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang?”.
-

kalian menginginkan bapak yg masih diberi Allah kesehatan dirawat oleh orang lain bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno..
dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..
Sampailah akhirnya pak suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber diacara islami Selepas shubuh
dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada pak suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2..
disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru
disitulah pak suyatno bercerita
-
”. Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta tapi dia tidak mencintai karena Allah semuanya akan luntur. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..
Sekarang dia sakit berkorban untuk saya karena Allah..
dan itu merupakan ujian bagi saya, sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,
setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya dapat bercerita kepada Allah Diatas sajadah..
dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya..
-

Semoga bermanfaat :)


Source : Dakwatuna.com

Berapa Lama Kita di Dalam Kuburan?

0
COMMENTS



Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.

Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.


Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915:20- 01-1965″


“Nak, ini makam nenek mari Kita berdo’a untuk nenek”


Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya…


“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.”


Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang nisan Ibu-nya.


“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 45 tahun ya Yah…” Kata Yani berlagak sambil matanya


menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 45 tahun … “


Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut “Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910″


“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 100 tahun yang lalu ya Yah”, jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. “Memangnya kenapa ndhuk ?” kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. “Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka” kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. “Iya kan yah?”

Ayahnya tersenyum, “Lalu?”


“Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 45 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 45 tahun nenek senang dikubur …. Ya nggak yah?” mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.


Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas . “Iya nak, kamu pintar,” kata ayahnya pendek.


Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya… 45 tahun hingga sekarang… kalau kiamat datang 100 tahun lagi…145 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur …. Lalu Ia menunduk … Meneteskan air mata…

Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya …lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?


Innalillaahi WA inna ilaihi rooji’un ….

Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa?

Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi?

Kalau 3000 tahun lagi?

Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur?

Bukankah Akan lebih parah lagi?




Tahankah?

padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?




Ya Allah… Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur…. air matanya semakin membanjiri jenggotnya




Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak … Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.




Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur…. tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan… Dan apa yang akan datang di depannya…




“Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku…”




Bila ini bermanfaat, silahkan sebarkan ....




Rasulullah SAW bersabda," Sampaikanlah dariku, walaupun hanya satu ayat." HR. Ahmad, Bukhari dan Tarmidzi




Shared By Catatan Catatan Islami Pages

Renungan Mengenai Umur Manusia

0
COMMENTS




Yaa Allah...berkahilah aku dengan kebahagiaan di dunia dan di akherat. Amiin.


Assalamu’alaikum,wr.wb

Sahabat Rahimakumullah… Pernahkah terbentik di dalam hati anda untuk merenungkan perjalanan hidup anda, dari awal hingga nanti Sampai pada titik akhir? Kemudian pada saat tertentu, anda ingin berbalik untuk mengkaji ulang agar semua berjalan dengan baik?




Tapi Allah SWT Maha pengasih lagi Maha Penyayang Masih memberikan kesempatan memperbaiki cacat-cacat perjalanan hidup anda dengan taubat nasuha.


Catatan kali ini hanya mengajak anda untuk merenungkan dan mengetahui usia yang anda miliki, Sudah tinggal berapa lamakah?? (maaf ini secara harafiah saja) Dimulai dari kekurangan dan kelebihan dari semua yang anda miliki saat ini , Adalah Berkah Illahi Robbi yang harus anda pertanggung jawabkan nanti. Masya Allah!


Dan semoga setelah membaca catatan ini anda bisa memanage hidup anda untuk lebih baik lagi, Amiin … ^_^...


Buatlah Schedule kegiatan inti mengisi gaya hidup dengan hal yang lebih bermanfaat untuk agama anda, karena itulah penyelamat hidup di dunia dan akherat. Amiin , Insya Allah.


Sahabat Rahimakumullah… Tanyalah hatimu yang paling dalam!! dimana disitu terdapat berlian terindah didunia dan akherat.!


Di mana aku sebelum dilahirkan? Apa tugasku dalam kehidupan dunia ini? Kemana kita pergi setelah mati? Apa yang terjadi dengan umur kita yang semakin hari semakin berkurang ini?


Penjelasan yang cukup menarik untuk kita renungkan mengenai umur manusia ini dijabarkan dalam karya besar ulama dan sufi terkenal Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad. Dalam karyanya, beliau menjabarkan secara rinci tentang perjalanan hidup manusia, di mana pada intinya kehidupan manusia terbagi pada lima tahapan umurnya:


1. Masa perpindahannya sejak pertama dalam tulang sulbi para ayah dan rahim para ibu sebelum dilahirkan.

2. Masa kehidupan di dunia sejak ia dilahirkan dan diwafatkan oleh Allah SWT.

3. Masa tinggal di alam Barzah sejak wafat hingga dibangkitkan kembali.

4. Masa tinggal di padang Mahsyar sejak dibangkitkan hingga diputuskan amalnya oleh Allah SWT.

5. Masa kehidupan di alam yang kekal dalam kenikmatan surga atau dalam kepedihan neraka.


Apa yang saya postingkan ini adalah 100% berasal dari buku karya beliau, tentunya dengan segala keterbatasan dan kekurangan Aq yang masih awam ini. Semoga Allah SWT memberi petunjuk demikian juga kepada kita semua. Amin.


1. UMUR PERTAMA

Saat Allah SWT menciptakan Adam a.s. Dia menyimpankan zurriyat di tulang punggungnya yaitu kaum ahli kanan (ahlul-yamin) dan kaum ahli kiri (ahlul-simal). Allah SWT pernah mengeluarkan semua zurriyat ini dari tulang punggung Adam a.s. pada hari Mitsaaq (hari pengambilan janji manusia untuk mengakui keeasaan dan ketuhanan Allah SWT di Na'man, lembah dekat padang Arafah)


sebagaimana firman-Nya : '' Dan ketika Tuhan kamu mengeluarkan keturunan Adam dari punggungnya dan Ia mengambil kesaksian dari mereka dengan berfirman: 'Bukankah Aku ini Tuhan kamu ?' mereka menjawab: 'Ya, kami menjadi saksi.' Demikianlah supaya kamu di hari kiamat nanti tidak mengatakan: 'Kami ini lalai dari perkara itu'". (Q.S:Al'Araaf:172)


Ayat ini membuktikan bahwa zurriyat Adam telah memiliki wujud dan pendengaran namun mereka berada dalam tingkatan wujud yang lain. Bukan pada tingkatan wujud seperti yang tampak pada dunia ini.


Dalam riwayat Tirmidzi dari Abu Hurairah disebutkan, ketika Allah SWT mengeluarkan zurriyat dari Adam a.s. lalu dilihat oleh Adam seorang dari mereka gagah perawakannya maka bertanyalah Adam tentang dia, Adam diberitahu bahwa itu adalah anaknya, Daud a.s. lalu Adam bertanya kepada Allah SWT "berapa usia Daud yang telah Engkau tetapkan?" Jawab Allah SWT: ' "Enampuluh tahun". Adam kemudian memohon agar Daud dipanjangkan usianya.


Maka Allah SWT berfirman : " Itulah usianya yang telah Aku tetapkan ". Berkata Adam a.s. : " Aku ingin menambahkannya empat puluh tahun dari usiaku". Dan sebelum itu Allah SWT telah menetapkan umur Adam seribu tahun.


Ketika nabi Musa a.s. melihat di dalam Taurat, tersebut suatu umat yang sifat-sifatnya amat menarik dan perilakunya sangat baik dan mulia, beliau bertanya kepada Allah SWT, Siapakah gerangan umat itu ? Siapa nabi yang diutus kepadanya ? nabi Musa memohon supaya umat tersebut menjadi umatnya,


maka Allah SWT berfirman: " Umat itu ialah umat Ahmad (Muhammad) ".


Nabi Musa memohon kepada Allah agar menampakkan umat itu kepadanya, kemudian Allah menampakkan umat itu kepada nabi Musa sebagaimana firman Allah SWT : " Dan tidaklah engkau (Muhammad) berada di dekat gunung Thur (Sina) ketika kami memanggil ... " (QS :Al Qashash:46).


Hal ini merupakan bukti bahwa zurriyat manusia itu sudah ber"wujud" sebelum lahir di dunia ini. Demikian pula Rasulullah saw., sudah ber"wujud" dengan wujud yang lebih lengkap dan sempurna di dalam tingkatan umur pertama tersebut.


Sedangkan keutamaan umat Muhammad saw (al ummah al-Muhammadiyah) telah banyak disinggung dalam hadist-hadist beberapa di antaranya:


Berkata Wahab bin Munabbih (rahimahullah): " Ketika Musa a.s. membaca lauh-lauh (papan bertulis), terlihat olehnya sifat-sifat kelebihan umat Muhammad saw., lalu beliau berkata: ' Ya Tuhanku siapakah gerangan umat yang dirahmati seperti yang kudapati dalam lauh-lauh ini ?' maka berfirman Allah SWT: "Itulah umat Muhammad. Mereka rela dengan rezeki sedikit yang aku berikan kepadanya, maka Aku pun rela dengan amalan yang sedikit dari mereka. Akan Aku masukkan mereka ke dalam surga dengan kesaksian Laa ilaaha illallah !


Berkata Musa a.s.: 'Aku dapati dalam lauh-lauh ini suatu umat yang akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan wajah-wajah yang bercahaya laksana bulan purnama. Jadikan lah mereka itu umatku ya Allah!'


berfirman Allah: ' Mereka itu adalah umat Muhammad. Aku bangkitkan mereka pada hari kiamat dengan wajah bersinar dan bercahaya disebabkan bekas-bekas wudhu dan sujud mereka'.


Berkata Musa a.s.: 'Aku dapati dalam lauh-lauh ini suatu umat yang berkain Selendang di pundak dan bersenjatakan pedang di bahu masing-masing. Mereka itu orang-orang yang senantiasa bertawakkal dan dadanya penuh keyakinan. Mereka menyerukan nama Allah di hadapan tiap-tiap rumah Allah untuk berjihad diatas kebenaran, sehingga akhirnya merekapun membunuh Dajjal. Jadikanlah mereka itu umatku!'.


Berfirman Allah: ' Tidak! mereka itu umat Muhammad.'


Berkata Musa a.s. : 'Aku dapati di dalam lauh-lauh ini suatu umat yang bershalat lima kali sehari semalam, sehingga terbukalah pintu-pintu langit dan turunlah rahmat bagi mereka. Jadikanlah mereka itu umatku, ya Allah!'


Berfirman Allah : 'Mereka itu adalah umat Muhammad'


Berkata Musa a.s. : 'Aku dapati dalam lauh-lauh ini suatu umat yang berpuasa di bulan ramadhan untuk-Mu, lalu Engkau mengampuni segala kesalahan mereka sebelum mereka itu. Jadikanlah mereka itu umatku!'


berfirman Allah: 'Mereka itu umat Muhammad'


Berkata Musa a.s. : 'Aku dapati dalam lauh-lauh ini suatu umat yang mengunjungi Baitul Haram (Ka'bah) karena-Mu, tiada keperluan lain kecuali itu. Mereka hanya meratap dan menangisi diri sendiri serta mengumandangkan suara takbir membesarkan nama-Mu. Jadikanlah mereka umatku!'


berfirman Allah: 'Mereka itu umat Muhammad.' Musa berkata lagi: 'Apakah ganjaran mereka atas perbuatan itu?' jawab Allah: 'Aku akan menambahkan bagi mereka maghfirah (ampunan) dan akan aku izinkan mereka memberi syafaat (do'a pertolongan) kepada siapa saja yang datang sesudah mereka.'


Berkata Musa a.s. : 'Aku dapati dalam lauh-lauh ini suatu umat yang memohon ampun atas dosa-dosanya. Mereka menyuapkan suatu makanan ke dalam mulutnya. Belum sampai makanan itu ke dalam perutnya, dosa-dosa itu telah diampunkan oleh Allah. Mereka menyuapkan makanan itu dengan menyebut nama-Mu dan mengakhirinya dengan mengucapkan syukur dan memuji-Mu. Jadikanlah mereka itu umatku!'


berfirman Allah: 'Mereka itu adalah umat Muhammad.'


Berkata Musa a.s. : 'Ya Tuhanku! Aku dapati di dalam lauh-lauh ini suatu umat yang apabila bercita-cita untuk melaksanakan suatu kebajikan, kemudian tidak dilaksanakannya, akan dicatatkan satu kebajikan. Tetapi bila dilaksanakan kebajikannya itu dicatatkan baginya sepuluh kali lipat dari kebaikan itu, atau sehingga menjadi tujuh ratus kali lipat pahalanya. Jadikanlah mereka umatku!'


berfirman Allah: 'Mereka itu adalah umat Muhammad.'


Berkata Musa a.s. : 'Ya Tuhanku! Aku dapati di dalam lauh-lauh ini suatu umat yang apabila mereka berniat melakukan suatu kejahatan, kemudian tidak dilakukannya, tidaklah dicatatkan baginya suatu dosa. Akan tetapi jika diteruskan cita-citanya itu dengan mengerjakan satu kejahatan barulah dicatatkan baginya satu dosa. Jadikanlah mereka itu umatku!'.


Berfirman Allah: 'Mereka itu umat Muhammad.'


Berkata Musa a.s. : 'Ya Tuhanku! Aku dapati di dalam lauh-lauh ini suatu umat, mereka itu sebaik-baik manusia. Mereka menyuruh berbuat baik dan melarang perbuatan jahat, jadikanlah mereka itu umatku!'.


Berfirman Allah: 'Mereka itu umat Muhammad. '

Berkata Musa a.s. : 'Ya Tuhanku! Aku dapati dalam lauh-lauh ini suatu umat yang dibangkitkan pada hari kiamat dalam tiga golongan. Satu golongan akan masuk ke dalam surga tanpa dihisab. Satu golongan lagi akan dihisab dengan hisab yang ringan saja. Dan golongan terakhir disucikan dari segala dosanya, lalu merekapun masuk ke dalam surga. Jadikanlah mereka itu umatku!'.


Berfirman Allah: 'Mereka itu umat Muhammad.'


Berkata Musa a.s. : 'Ya Tuhanku! Engkau telah menganugerahkan segala kebaikan kepada Muhammad beserta umatnya, maka jadikanlah aku sebagai umatnya!'.


Berfirman Allah SWT: "Wahai Musa, sesungguhnya Aku telah memilihmu di antara manusia untuk menyampaikan risalah dan kalam-Ku, maka terimalah apa yang akan Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau menjadi orang-orang yang bersyukur." (Q.S:A'Araaf:144)


Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. pada suatu hari bertanya kepada sahabat-sahabatnya: "Apa yang kalian katakan mengenai firman Allah berikut ini :


" Dan tidaklah engkau berada dekat bukit Thur (Shina) ketika Kami menyeru ..." (Q.S:Al=Qashash:46)




'Allah dan Rasul-Nya sajalah yang lebih mengetahui.' Maka bersabda beliau: "Ketika Allah berbicara dengan Musa a.s., maka Musa berkata:"Ya Tuhanku adakah Engkau telah menciptakan seorang mahluk yang lebih mulia di sisi-Mu daripada aku ? Engkau telah memilihku di antara banyak manusia dan Engkau berkata kepadaku di gunung Thur Shina.'




Allah berfirman: 'Wahai Musa, tidakkah engkau mengetahui bahwasannya Muhammad itu lebih mulia di sisi-Ku daripada semua mahluk-Ku? Sudah Kuteliti semua kalbu hamba-Ku, maka tidak Aku dapati satu kalbupun yang lebih merendah daripada kalbumu. Oleh karena itu Aku memilihmu di antara sekalian manusia untuk menyampaikan risalah dan kalam-Ku. Maka hendaklah engkau mati dalam keadaan mengesakan Aku (bertauhid) dan juga dalam mencintai Muhammad saw.'




Berkata Musa a.s.: 'Ya Tuhanku! adakah di muka bumi ini suatu kaum yang lebih mulia di sisi-Mu daripada kaumku? Engkau telah melindungi mereka dengan awan kemawan. Engkau turunkan Manna dan Salwa dari langit untuk makanan mereka.'




Allah berfirman: 'Wahai Musa, tidakkah engkau mengetahui bahwasannya kelebihan umat Muhammad atas semua umat yang lain laksana kelebihan-Ku atas sekalian mahluk-Ku?'




Berkata Musa a.s.: 'ya Tuhanku, izinkanlah aku untuk melihat mereka (umat Muhammad)!'




Allah berfirman :'Engkau tidak akan dapat melihat mereka. Tetapi jika engkau ingin mendengar suara mereka, dapatlah Aku memperdengarkan padamu.' Berkata Musa: 'Baiklah, aku mau.' Befirman Allah SWT: ''Wahai umat Muhammad!' maka sekalian umat Muhammad menyahut bersama-sama dengan suara yang keras:'Labbaikallahumma Labbaik!' (kami datang kepada-Mu ya Allah, kami datang), sedangkan ketika itu mereka masih berada dalam tulang sulbi ayah-ayah mereka."




TAHAP Ke-2

Nah! pada bagian ini cukup Aq tersentuh membacanya. Jadi ayo semangat lagi dunk! kita baca dan renungkan bersama ya... ^_^....




Tahap umur kedua ini memiliki masa permulaan yang agak menyerupai tahap umur alam Barzakh, yaitu semacam campuran antara beberapa sifat keakhiratan yang berkaitan dengan masa setelah kebangkitan dan beberapa sifat keduniaan yang dialami oleh manusia sebelum kematiannya. Masa permulaan di sini adalah masa dalam kandungan dan gejala-gejala yang berkaitan dengan masa tersebut.




Disebutkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya: " Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari tanah. Kemudian Kami jadikan (sari tanah) itu air mani yang tersimpan dalam tempat yang bernama rahim. Lalu Kami jadikan air mani itu segumpal darah, lalu gumpalan darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan Kami jadikan gumpalan daging itu tulang belulang, lalu Kami lapisi tulang belulang itu dengan daging. Kemudian Kami bentuk ia jadi mahluk yang lain. Maha Suci Allah, sebaik-baik Pencipta." (QS:Al-Mu'minuun:12-14)




Demikian juga Rasullullah telah bersabda: "Sesungguhnya setiap kamu dikumpulkan kejadiannya di dalam kandungan ibu berupa setitis air mani selama 40 hari, kemudian menjadi darah yang beku selama 40 hari pula, kemudan menjadi segumpal daging selama itu juga. Kemudian Allah mengutus malaikat kepadanya, meniupkan ruh baginya dan memerintahkan menulis empat perkara: rezekinya, ajalnya, amalannya dan kesudahannya, sebagai orang sengsara atau bahagia. Demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya seseorang dari kamu beramal dengan amalan ahli surga hingga jarak dengan surga hanya sehasta, tapi ia didahului oleh suratan takdirnya dan iapun beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga masuklah ia ke dalam neraka. Dan sesungguhnya seseorang dari kamu beramal dengan amalan ahli neraka hingga jarak diantaranya dengan neraka itu hanya sehasta, namun ia didahului oleh takdirnya dan iapaun beramal dengan amalan ahli surga, sehingga masuklah ia ke dalam surga." (HR Abdullah bin Mas'ud r.a. dalam shahih Bukhari dan Muslim)




Ibnul Jauzi telah membagikan umur kepada tahap kedua ini menjadi lima masa:




1. Masa kanak-kanak; dari sejak dilahirkan hingga mencapai umur 15 tahun

2. Masa muda; dari umur 15 tahun hingga umur 35 tahun

3. Masa dewasa; dari umur 35 tahun hingga umur 50 tahun

4. Masa tua; dari umur 50 tahun hingga umur 70 tahun

5. Masa usia lanjut; dari umur 70 tahun hingga akhir umur yang ditentukan oleh Allah SWT.







1. Masa Kanak-Kanak

Pada tahap masa kanak-kanak berlaku masa keringanan dari Allah SWT iaitu belum adanya taklif (beban kewajiban) atas anak-anak untuk mengerjakan solat dan puasa ataupun kewajiban syara' (agama) lainnya. Hanya saja para orang tua diwajibkan menyuruh mereka mengerjakannya karena kebaikan dan amal soleh dari anak yang belum baligh selain menjadi amal kebaikannya juga akan menjadi catatan pahala bagi ibu-bapanya selama kedua orang-tuanya memperhatikan pendidikan dan pemeliharaannya. Jika anak telah mencapai masa baligh dan telah sempurna akalnya yaitu kira-kira umur 15 tahun maka ia telah menjadi mukallaf. Saat itulah segala kewajiban agama telah berlaku atas dirinya. Kedua malaikat pengawas diperintahkan oleh Allah untuk mencatat segala aktiviti baik lahir maupun batinnya.




Sebagaimana firman Allah: "Dan sesungguhnya bagi kamu ada beberapa penjaga. Penulis-penulis yang mulia. Mereka mengetahui apa yang kamu lakukan." - (QS:AQl-Infithaar:10-12)




"Ketika dua malaikat pencatat membuat catatan, satu duduk di sebelah kanan dan satu di sebelah kiri. Tiada yang diucapkan, satu perkataanpun, melainkan ada di dekatnya (malaikat) pengawas yang selalu hadir." - (QS:Qaaf:17-18)




Malaikat ini akan mendampingi dan hadir pada hari kiamat di hadapan pengadilan Allah SWT dan keduanya menjadi saksi baginya. "Dan datanglah setiap orang bersama (malaikat) pengiring dan (malaikat) penyaksi." - (QS:Qaaf: 21)







2. Masa Muda

Pada tahap masa muda terjadi banyak perubahan baik secara fizikal maupun non-fizikal. Pada masa ini akan dipenuhi dengan semangat dan kekuatan serta memuncaknya kesuburan (vitality). Masa muda ini merupakan kesempatan untuk memperbanyak amalan-amalan serta kebaikan-kebaikan. Namun kecenderungan yang terjadi adalah sebagian besar memanfaatkannya untuk pemuasan nafsu keduniaan.




Dalam hal ini Rasullullah saw telah mengingatkan:




"Rebutlah lima perkara sebelum terjadi lima perkara: Masa mudamu sebelum tiba masa tuamu, masa sehatmu sebelum tiba masa sakitmu, masa lapangmu sebelum tiba masa sibukmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu dan masa hidupmu sebelum tiba masa ajalmu." (HR. Al-Hakim, Baihaqi, Ibnu Abi'ddunia, Ibnul-Mubarrak)




"Takkan bergeser kedua kaki manusia pada hari kiamat sampai selesai ditanya tentang empat perkara:




1. Tentang umurnya, untuk apa dihabiskan

2. Tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan

3. Tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan

4. Tentang ilmunya, apa yang sudah diperbuat dengannya. " (HR. Tirmidzi)







3. Masa Dewasa

Sedangkan apabila seseorang telah mencapai masa dewasa, Allah SWT memberikan karnia hikmah dan kebijaksanaan sehingga kelihatan padanya berbagai ketaatan dan menujukan hatinya kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT: " Dan setelah menjadi dewasa dan cukup umurnya, Kami anugerahkan kepadanya hikmah dan ilmu pengetahuan. Demikianlah Kami memberi balasan bagi orang-orang yang melakukan kebajikan. " - (QS:Al-Qashash:14)




" ... sehingga apabila dia telah dewasa dan mencapai umur 40 tahun, berkatalah ia: 'Ya Tuhanku, tunjukilah aku jalan untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau karniakan kepadaku dan kedua ibu-bapaku, dan doronglah aku untuk berbuat amal soleh yang Engkau redhai ..." - (QS:Al-Ahqaaf:15)




as-Syaikh al-Arif Abdul Wahhab bin Ahmad as-Sya'rani dalam kitabnya al-Bahrul-Maurud menyebutkan:




"Telah diambil janji-janji dari kita, bahwa apabila kita telah mencapai umur 40 tahun hendaklah bersiap-siap dengan melipat kasur-kasur dan selalu ingat bahwa kita sekarang sedang dalam perjalanan menuju akhirat pada setiap nafas yang kita tarik sehingga tidak akan lagi merasa tenang hidup di dunia. Di samping itu hendaknya kita menghitung setiap detik dari umur kita sesudah melebihi 40 tahun, sebanding dengan 100 tahun sebelumnya."




Imam Syafi'i (rahimahullah), setelah mencapai umur 40 tahun, berjalan dengan sebatang tongkat kayu. Ketika ditanya sebabnya, beliau berkata: "Supaya aku senantiasa ingat bahwa aku adalah seorang musafir yang sedang berjalan menuju akhirat."




Berkata Wahab bin Munabbih: " Aku baca dalam beberapa kitab, bahawasanya ada suatu suara menyeru dari langit ke-empat pada setiap pagi: ' Wahai orang-orang yang telah berusia 40 tahun! kamu adalah tanaman yang telah dekat dengan masa penuaiannya. Wahai orang-orang yang telah berusia 50 tahun! Sudahkah kamu ingat tentang apa yang telah kamu perbuat dan apa yang belum? Wahai orang-orang yang telah berusia 60 tahun! Tidak ada lagi dalih bagimu. Oh, alangkah baiknya seandainya semua mahluk tidak diciptakan! Atau jika mereka telah diciptakan, seharusnya mereka mengetahui, mengapa mereka diciptakan. Awas, saatmu telah tiba! Waspadalah! "







4. Masa Tua

Setelah mencapai tahap umur dewasa maka manusia akan beralih kepada umur tua. Dalam tahapan ini akan nampak tanda-tanda kelemahan seseorang. Tahap umur ini oleh Rasullullah saw dinamakan 'pergulatan dengan maut', yaitu masa-masa umur 60'an hingga 70'an. Dalam hal ini beliau bersabda: "Masa penuaian umur umatku dari 60 hingga 70 tahun". (HR. Muslim & Nasa-i)




Rasullullah saw., sahabat Abubakar, Umar dan Ali ra. juga diwafatkan oleh Allah SWT pada kisaran usia ini. Umat sekarang ini tergolong umat yang berumur pendek dibandingkan dengan umat-umat terdahulu. Diriwayatkan bahwa ketika sebagian dari bani Adam meninggal dunia pada umur kurang lebih 200 tahun, maka banyaklah mahluk yang merasa simpati terhadapnya, sebab telah meninggal dalam usia yang muda. Diriwayatkan lagi bahwa Rasullullah saw. ketika merasakan umur umatnya terlalu pendek bila dibandingkan dengan umat sebelumnya, beliaupun memohon dan bertadharru' kepada Allah SWT, mengadukan bahwa tidak cukup waktu bagi umatnya untuk memperbanyak ketaatan kepada Allah SWT dan menambah amalan untuk akhiratnya. Maka Allah SWT menganugerahkan kepadanya kepada umat Muhammad malam Lailatul Qadar yang lebih utama dari seribu bulan, untuk memanjangkan nilai umur mereka dan menambah pula pahala dan kebajikan mereka sedemikian rupa. Maka bila beribadah dan munajat kepada Allah SWT pada malam Lailatul Qadar itu, ia seperti beribadah selama seribu bulan yang setara dengan 83 tahun 4 bulan. Demikianlah perhatian Rasullullah saw. yang sangat besar dalam memperjuangkan nasib umatnya.




Telah diriwayatkan bahwa orang pertama yang beruban ialah Nabi Ibrahim a.s. Ketika beliau melihat rambut putih itu beliau bertanya: "Wahai Tuhanku, apa ini?". Allah menjawab: " Ini (tanda) kewibawaan." Berkata Ibrahim: "Tuhanku, tambahkanlah itu bagiku!" Berkata Al-Khatib Ibnu Nutabah: "Sesungguhnya uban itu laksana perbatasan hidup yang tak dapat disekat, kerusakannya tidak dapat diperbaiki oleh zaman. Ia adalah cahaya yang muncul bersama dengan surutnya nafas seseorang, yang akan memimpin seseorang ke tempat onggokan tulang-belulang. Oleh kerana itu semoga Allah merahmatimu, jangan membakar cahaya ubanmu dengan api-api dosamu!"




Bersabda nabi Muhammad saw. dalam sebuah hadist Qudsi: "Telah berfirman Allah SWT : “Demi kemuliaan-Ku, kebesaran-Ku, dan keperluan sekalian mahluk-Ku kepada-Ku, sesungguhnya Aku merasa malu menyiksa hamba-Ku, baik lelaki maupun wanita yang telah beruban kerana mencapai umur tua di dalam Islam”. Kemudian Rasullullah saw. menangis . Lalu ditanyakan kepadanya: "Apa sebab engkau menangis, ya Rasullullah ?" Jawab beliau: "Aku menangisi orang tua yang Allah malu kepadanya, sedangkan dia tidak malu kepada Allah SWT."




Sekali peristiwa, Ma'an bin Zaidah datang menghadap Khalifah al-Ma'mun, lalu Khalifah bertanya: "Bagaimana keadaanmu setelah menjadi tua seperti ini?" Jawabnya: "Aku mudah tersungkur hanya kerana tersandung sebuah kerikil, dan dapat diikat hanya dengan sehelai rambut." Tanya Khalifah :"Bagaimana halnya dengan makan minum dan tidurmu?" Jawabnya: "Bila aku lapar, aku menjadi marah, bila aku makan aku bosan, bila dalam majlis aku mengantuk, bila di atas tempat tidur mataku terbuka!". Tanya Khalifah selanjutnya:"Bagaimana halmu dengan wanita ?" Jawabnya: 'Yang tua dan buruk aku tidak ingin kepadanya, yang cantik molek tidak suka kepadaku!" Kata Khalifah selanjutnya:" Orang sebijak engkau ini tidak patut menjadi tua" (dari kitab Rabi'ul-Abraar)




Berkata Imam Ghazali dalam uraiannya untuk mengingatkan pada orang-orang yang sudah tua: "Jika anda katakan bahwa mati itu tidak akan terjadi kecuali disebabkan sakit dan jarang sekali ia datang dengan tiba-tiba, ketahuilah benar-benar kalau mati itu adakalanya terjadi dengan tiba-tiba. Dan apabila anda sakit, maka anda tidak akan mampu lagi mengerjakan amal-amal soleh sedangkan itu bekal untuk akhirat kelak".




Allah SWT berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu dilalaikan oleh harta dan anak-anakmu dari mengingat Allah. maka barang siapa melakukan yang demikian, mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah rezeki yang kami berikan kepadamu sebelum maut datang menjumpai seseorang dari kamu; Lalu berkata:'Tuhanku Kalau dapat Engkau tangguhkan matiku sebentar saja, niscaya aku akan memberi sedekah dan aku akan menjadi orang-orang yang mengerjakan kebaikan.' Allah tidak akan memberi tangguh kepada seseorang apabila telah sampai ajalnya, dan Allah Maha Mengetahui segala yang kamu kerjakan." - (QS:Al-Munaafikuun:9-11) RENUNGAN USIA MANUSIA Rasullullah saw. pernah ditanya: "Adakah orang lain yang akan dibangkitkan bersama para syuhada?" Jawab beliau: "Ya, mereka itulah yang mengingat mati sebanyak 20 kali dalam sehari semalam." Di lain peristiwa beliau menjawab: "Merekalah yang banyak mengingat mati dan selalu bersiap-siap menyambutnya. Merekalah orang-orang bijak, yang meninggalkan dunia dengan penuh kehormatan dan tiba di akhirat dengan penuh kemuliaaan." (HR Ibnu Majah dan Ibnu Abi'ddunia)




Dalam sebuah hadis dijelaskan: "Anggaplah dirimu di dunia ini sebagai seorang asing atau musafir lalu, dan anggaplah dirimu sebagai seorang diantara penghuni kubur". (HR Bukhari)




Rasullullah saw bersabda: "Apalah arti dunia bagiku. Hubunganku dengan dunia ini laksana seorang pengembara yang sedang berjalan di panas terik, tiba-tiba kelihatan olehnya sebatang pohon, lalu iapun berteduh sejenak dibawahnya, sesaat kemudian ia pergi lagi dan meninggalkannya." (HR Tirmidzi)




Sehubungan dengan uraian Al-Ghazali mengenai kematian seseorang yang disebabkan oleh sakit, Rasullullah saw mengajurkan supaya orang yang sedang sakit banyak beristighfar mengingat Allah sebab ia tidak tahu barangkali ia akan mati kerana sakit tersebut. Sekali waktu Rasullullah saw menjenguk seorang yang sedang sakit dan beliau bertanya kepadanya: "Bagaimana perasaanmu?" Jawabnya: "Aku meletakkan sepenuh harapan kepada Tuhanku dan aku selalu cemas tentang dosa-dosaku". Maka berkatalah beliau: "Selama kedua sifat ini terkumpul dalam hati seorang muslim, sedang ia dalam keadaan kritis, maka Allah akan mengabulkan semua yang diharapkan dan meyelamatkan dari semua yang ditakutinya." (HR Tirmidzi)




Dalam hadis lain disebutkan: "Seseorang hamba muslim, ketika menghadapi maut akan digembirakan dengan rahmat Allah dan kurniaNya, sehingga ia ingin sekali bertemu dengan Allah SWT dan Allah SWT pun ingin bertemu dengannya. Sebaliknya seorang munafik ketika menghadapi maut akan dipertakuti dengan azab Allah SWT., maka ia tak ingin bertemu dengan Allah SWT dan Allah SWT pun tak ingin bertemu dengannya. Maka kaum mukminin yang penuh dengan takwa akan digembirakan oleh rahmat Allah SWT ketika hendak keluar dari dunia ini sehingga ruh-ruh mereka hampir-hampir akan terbang dari jasad mereka karena sangat rindu akan Tuhannya dan ingin sekali untuk segera menemui-Nya disaat para malaikat memberi salam kepada mereka menggembirakan mereka dengan surga dan jaminan bahwa mereka tidak akan ketakutan dan tidak akan pula bersedih hati sebagaimana dalam firman Allah: "Orang-orang yang diwafatkan oleh malaikat dalam keadaan baik (kepada mereka dikatakan): 'Selamatlah kamu! Masuklah ke dalam surga disebabkan amal baik yang telah kamu kerjakan'" (QS 16:32) (HR Bukhari & Muslim)




Beberapa do'a yang dianjurkan oleh Rasullullah SAW dibaca pada saat sakit diantaranya adalah:




"Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadh dholimiin" 'Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh aku ini tergolong orang-orang yang aniaya'. Dalam satu riwayat disebutkan bila membaca do'a ini sebanyak 40 kali selama ia sakit, maka akan meninggal dalam keadaan mati syahid.




Dari Anas ra. berkata bahwa Rasullullah saw. bersabda mengenai perjalanan manusia dari bayi hingga mencapai umur baligh: "Segala kebajikan yang dikerjakannya akan dicatat pahalanya untuk kedua orang tuanya. Jika ia melakukan kesalahan tidaklah dicatat baginya suatu dosa dan tidak pula bagi kedua orang tuanya. Apabila ia telah baligh dan qalam mulai mencatat perbuatannya, maka Allah SWT akan memerintahkan kedua malaikat yang bersamanya untuk memelihara serta membenarkan langkahnya. Apabila ia mencapai umur 40 tahun sebagai seorang muslim, maka Allah akan memeliharanya dari tiga penyakit yaitu gila, lepra, dan sopak (belang). Apabila ia mencapai umur 50 tahun, Allah akan meringankan hisabnya. Apabila ia mencapai usia 60 tahun, Allah memudahkan baginya untuk kembali kepada-Nya dalam hal-hal yang disukai-Nya. Apabila ia mencapai umur 70 tahun, niscaya ia akan dicintai seluruh penghuni langit. Apabila ia mencapai usia 80 tahun Allah akan mencatatkan segala kebajikan baginya dan mengampuni segala kejahatannya. Apabila ia mencapai umur 90 tahun Allah akan mengampuni segala dosa-dosanya yang terdahulu dan dosanya yang akan datang dan mengizinkannya memberi syafaat pada semua ahli rumahnya dan ia selalu dibawah pengawasan Allah SWT. Apabila ia mencapai usia yang tua renta (pikun), sehingga tidak mengetahui lagi apa yang dahulu pernah ia ketahui, maka Allah SWT akan mencatatkan segala kebajikan yang pernah dilakukan pada masa sehatnya dulu dan bila ia berbuat suatu dosa maka tidaklah akan dicatatkan lagi baginya sesuatupun."




Subhanalloh...




Satu peristiwa seorang jenazah lewat di hadapan Rasullullah beliau berkata: "Bebas atau membebaskan!" beliau ditanya:"Wahai Rasulullah Apa maksud bebas atau membebaskan?" Beliau menjawab: "Seorang mukmin yang meninggal dunia akan bebas dari gangguan dunia dan penderitaannya, menuju kepada rahmat Allah. Sedangkan kematian seorang fajir (durhaka) akan membebaskan seluruh hamba Allah, negara, pepohonan dan binatang dari gangguannya." (HR Bukhari dan Muslim)




Berkata Rasulullah saw. kepada Abu Dzar: "Wahai Abu Dzar! Sesungguhnya dunia ini adalah penjara bagi orang mukmin sedang kubur adalah tempat aman baginya dan surga adalah tempat tujuannya." Wahai Abu Dzar sesungguhnya dunia ini adalah surga bagi orang kafir, sedang kubur adalah tempat siksaannya dan neraka adalah tempat tujuannya."




Berkata Ibnu Abbas ra.: "Sekiranya anda lihat seseorang sedang menghadapi maut maka gembirakanlah agar ia menemui Tuhannya dengan menyimpan sangkaan baik terhadap-Nya. Tetapi selama hidup beri peringatan ia dengan hukuman Allah."




Imam Ali ra. berkata: "Apabila seorang mukmin meninggal dunia, tempat sholatnya di bumi akan menangisinya dan tempat naik amalannya ke langit pun akan menangisinya pula"




Bersabda Rasulullah saw: "Siapa saja yang matinya di penghujung Ramadhan maka ia masuk surga. Siapa saja yang matinya di penghujung hari Arafah, maka ia masuk surga. Dan siapa yang matinya tepat saat ia selesai bersedekah, maka ia masuk surga." "Barang siapa meninggal dunia pada malam Jum'at atau hari Jum'at, maka ia akan terlindung dari siksa kubur, dan di hari kiamat ia akan datang dengan tanda-tanda para syuhada padanya."




Yaah...demikianlah sahabat Rahimakumulloh. Jadi apa yang anda takutkan untuk mati? Selama anda yakin! Anda sangat mencintai Alloh SWT, maka Insya Alloh Alloh SWT pun akan sangat mencintaimu.




Wabillahi wal hidayah wassalammuallayikum, wr.wb.




Semoga kita semua dapat manfaatnya dari note q kali ini... Semoga Alloh SWT memberkahi kita semua dengan Rahmat dan HidayahNya, Amiin.




Bismillahirohmanirohiim




رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيْمُ




"Ya Rabb kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (QS. Al-Baqarah: 127)







Sumber : Artikel swaramuslim.net